Yuk Mengenal Ciri Khas dan Makna Filosofi Pakaian Adat Maluku 

0
94

Penulis: Aniesa | Editor: Agnes

Indonesia merupakan negara yang kaya. Selain sumber daya alamnya yang melimpah negara ini juga memiliki kebudayaan yang tak ternilai harganya. Setiap provinsi memiliki ciri khasnya masing-masing, mulai dari lagu daerah hingga pakaian adat, termasuk Maluku.

Salah satu pakaian adat yang cukup unik untuk diulik adalah pakaian adat Maluku. Agar tak penasaran, simak penjelasan tentang ciri khas, makna filosofis, dan jenis-jenis pakaian adat Maluku berikut ini, Ladies.

Ciri Khas dan Makna Filosofis Pakaian Adat Maluku

Pakaian-Adat-Maluku

Menurut Pattipeilohy (2013), pakaian adat Maluku pada mulanya terkenal dengan bahan kain dan aksesorisnya yang terbuat dari bahan-bahan sederhana, seperti manik-manik, batu-batuan, dan tumbuhan. Setelah mendapat pengaruh dari budaya luar, seperti Eropa, Arab, dan Cina, pakaian adat Maluku pun perlahan menunjukkan perubahan.

Sejak tahun 1900-an, para pengusaha konveksi di Maluku mulai memodifikasi pakaian adat beserta motif tradisionalnya. Namun, mereka tetap membuat busana yang mencerminkan citra dan karakteristik budaya Maluku.

Pakaian adat Maluku memiliki kesan minimalis dengan desain yang sederhana. Busana tersebut didominasi oleh warna-warna cerah, seperti putih, merah, hijau, kuning, dan emas. Warna tersebut mencerminkan semangat masyarakat Maluku yang menggelora.

Baju Cele, Pakaian Adat Resmi dari Maluku

Pakaian-Adat-Maluku

Maluku sebenarnya memiliki beragam pakaian adat. Namun, pakaian yang paling terkenal adalah Baju Cele karena pakaian tersebut adalah pakaian adat resmi dari Maluku yang biasa digunakan pada upacara adat, pernikahan, dan pesta rakyat.

Baju Cele atau yang bisa disebut juga sebagai Baju Salele didominasi warna merah yang melambangkan keberanian dan keceriaan. Baju yang memiliki motif garis-garis geometris atau kotak-kotak kecil ini biasanya dikombinasikan dengan sarung tenun yang memiliki warna atau motif senada.

Baju Cele dibedakan antara pria dan wanita. Berikut ini perbedaannya yang perlu Ladies ketahui.

1. Baju Cele untuk Pria

Baju Cele untuk pria terdiri dari kemeja putih yang dipadukan dengan pakaian yang mirip jas dan celana yang memiliki warna netral atau senada dengan jasnya. Untuk melengkapi penampilan, biasanya pria Maluku menggunakan sepatu pantofel berwarna hitam.

2. Baju Cele untuk Wanita

Baju Cele untuk wanita terdiri dari kebaya model kurung dengan panjang sampai pertengahan pinggul dan dikombinasikan dengan sarung tenun. Sebagai pelengkap, di bagian pinggul dapat diikatkan kain bermotif sama dengan bawahan. Untuk alas kakinya, wanita Maluku biasanya menggunakan sepatu pantofel berwarna hitam.

Baju Cele untuk wanita memiliki warna yang disesuaikan dengan acara dan tingkat kedudukan wanita tersebut. Misalnya, Baju Cele berwarna putih untuk acara resmi seperti pernikahan dan acara adat, sedangkan Baju Cele berwarna hitam khusus untuk ibadah ke gereja.

Untuk aksesorisnya terdiri dari konde atau haspel, kak kuping, bunga ron, sisir konde, dan kain lenso. Wanita Maluku biasanya menggunakan konde atau haspel berwarna emas atau perak. Kak kuping, buang ron, dan sisir konde berfungsi untuk mempercantik tampilan konde. Sementara itu, kain lenso adalah aksesoris seperti sapu tangan yang ditempel di pundak menggunakan peniti.

Itu tadi penjelasan mengenai ciri khas dan makna filosofis dari pakaian adat Maluku, Ladies. Semoga bisa jadi inspirasi saat Ladies perlu menggunakan pakaian adat pada acara tertentu, ya.

Baca Juga:

5 Keunikan Pakaian Adat Sumatera Utara, Menyimpan Banyak Makna Filosofis

5 Jenis Pakaian Adat Kalimantan Timur, Sangat Eksotis dan Unik

Sangat Unik, Inilah Makna Filosofi Pakaian Adat Papua