Apa Itu Hari Valentine? Berikut Sejarah Perayaan Hari Kasih Sayang Ini

0
2
ilustrasi sejarah hari valentine/ sumber: freepik.com

Penulis: Aisyah | Editor: Agnes

Ladiescorner.id – Hampir semua orang mengetahui bahwa setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang atau terkenal dengan nama Hari Valentine. Meskipun menunjukkan kasih sayang dapat dilakukan setiap hari, pada tanggal tersebut banyak orang memanfaatkannya untuk menyatakan perasaan mereka.

Pada umumnya, orang-orang merayakan hari kasih sayang dengan bertukar kado, memberikan coklat, memberikan bunga, atau sekedar ucapan spesial untuk pasangan. Bahkan ada juga yang mengajak pasangannya untuk dinner romatis di restoran bintang lima.

Terlepas dari kemeriahan tersebut, apakah kamu sudah mengetahui sejarah hari valentine? So, bagi kamu yang ingin tahu, please keep scrolling, Ladies!

Baca Juga: Bikin Lengket, Ini 6 Jenis Ciuman yang Menggairahkan

Mengenal Hari Valentine dan Santo Valentine

sejarah hari valentine

Perayaan Valentine identik dengan sepasang kekasih yang saling mengekspresikan kasih sayang mereka dengan bertukar hadiah pada tanggal 14 Februari. Namun faktanya perayaan ini berasal dari festival Romawi Lupercalia yang diadakan pada pertengahan bulan Februari.

Festival tersebut ditujukan untuk merayakan datangnya musim semi termasuk upacara pemasangan undian dan kesuburan antara pria dan wanita. Namun, Paus Gelasius I melarang festival tersebut pada abad ke-5 dan menggantinya dengan Hari St. Valentine. Jadi, pada abad ke-14, perayaan tersebut bukan sekadar hari kasih sayang, tetapi identik dengan tradisi Romawi Kuno dan Kristen.

Baca Juga: 28 Kata-Kata Sayang untuk Orang Tercinta, Bikin Hati Meleleh

Berdasarkan sejarah, istilah Valentine day’s diambil dari pendeta Roma bernama Valentine yang meninggal tragis. Menurut salah satu legenda, Valentine dieksekusi pada tanggal 14 Februari 278 Masehi karena dianggap bertentangan dengan kebijakan seorang kaisar bernama Claudius II.

Kekaisaran Claudius II dikenal sebagai pemerintahan yang kejam dan penuh dengan peperangan. Pangeran Claudius II sering memerintahkan para prajurit untuk maju ke medan perang.

Sayangnya, banyak tentara yang tidak ingin terjun ke medan perang karena takut terpisah dari istri dan anak-anak mereka. Mendengar hal tersebut, Claudius II menjadi sangat marah dan memerintahkan seluruh penduduk Roma untuk melarang pertunangan atau bahkan pernikahan.

Di sisi lain, pendeta Valentine menentang perintah tersebut dan diam-diam menikahkan pasangan muda. Sayangnya, Claudius II mengetahui tindakan tersebut dan berujung pada penangkapan dan hukuman terhadap pendeta Valentine.

Baca Juga: 45 Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2023, Rayakan dengan Suka Cita

Festival Pagan 

sejarah hari valentine

Selain kisah mengenai St. Valentine, ada pula klaim lain yang lebih kuno mengenai asal usul perayaan Valentine yang sebenarnya. Hari Valentine yang dirayakan setiap bulan Februari merupakan upaya mengkristenkan perayaan Lupercalia.

Lupercalia adalah tradisi leluhur Romawi kuno yang tidak bermoral, namun pada suatu waktu tradisi ini berubah menjadi lebih baik. Festival Lupercalia dianggap sebagai salah satu tradisi untuk menghormati dewa kesuburan di zaman pra-Romawi.

Tradisi Lupercalia biasanya dirayakan pada tanggal 15 Februari, sedangkan Hari Valentine dirayakan sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 14 Februari. Terlepas dari latar belakang di balik sejarah Hari Valentine, kita bisa menunjukkan kasih sayang ke pasangan setiap saat.

Artikel Terkait:

5 Posisi Berhubungan Intim Favorit Pria, Dijamin Bikin Puas 

9 Pertanyaan Truth or Dare yang Menantang untuk Si Doi

5 Tips Menjadi Istri Saleh, Auto Disayang Suami Tercinta

4 Cara Masturbasi untuk Cewek, Bikin Hasrat Makin Puas