Proses Ngunduh Mantu dan Maknanya dalam Adat Jawa 

0
311

Penulis: Adriana | Editor: Agnes

Diantara banyaknya tradisi pernikahan, mungkin Ngunduh Mantu menjadi salah satu tradisi yang paling dikenali ya, Ladies. Bahkan saat pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution beberapa tahun silam, acara Ngunduh Mantu menjadi momen yang paling disorot. 

Akan tetapi, kenyataannya masih banyak loh yang belum paham tentang maksud dan proses dari tradisi Ngunduh Mantu. Oleh karena itu, kali ini Ladies Corner akan membahas perihal makna Ngunduh Mantu dan prosesnya. 

Baca selengkapnya di bawah ini ya! 

Arti Ngunduh Mantu 

ngunduh mantu

Sebelum masuk ke prosesnya, ada baiknya Ladies memahami dulu apa arti dari ngunduh mantu. Dalam Bahasa Jawa, ngunduh memiliki arti ‘memanen’ atau ‘panen.’ Sedangkan mantu berarti menantu. Sehingga apabila disatukan, Ngunduh Mantu berarti ‘memanen menantu.’ 

Makna Ngunduh Mantu 

ngunduh mantu

Sesuai dengan artinya, Ngunduh Mantu berarti sebuah tradisi yang menandai hadirnya menantu atau anggota baru ke satu keluarga, layaknya memanen seseorang. Dalam tradisi ini, Ngunduh Mantu dilakukan oleh keluarga mempelai pria yang menyimbolkan hadirnya menantu wanita baru ke dalam keluarga.

Ngunduh Mantu sendiri bukan merupakan tradisi yang wajib dilakukan. Hanya saja dalam keluarga yang masih memegang teguh tradisi, Ngunduh Mantu merupakan satu momen yang sangat sayang jika dilewatkan. 

Proses Ngunduh Mantu 

ngunduh mantu

Meskipun terkesan ribet, proses acara Ngunduh Mantu sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan loh, Ladies. Berikut proses jalannya acara Ngunduh Mantu yang umum dilakukan: 

1. Upacara Ngunduh Mantu dilakukan beberapa hari setelah acara perkawinan digelar. Dalam tradisi, prosesi Ngunduh Mantu biasanya dilakukan 5 hari setelah acara pernikahan.

2. Prosesi Ngunduh Mantu dimulai dengan sepasangan pengantin, kedua orang tua pengantin, beserta rombongan mendatangi rumah orang tua pengantin pria. Saat proses ini, pengantin dan rombongan akan diiringi Gendhing Boyong Pengantin. Rombongan sendiri kadang disebut sebagai Pangombyong yang terdiri dari kerabat dekat, tetangga, hingga keluarga besar mempelai wanita. 

3. Saat tiba, besan (orang tua pengantin pria) akan menyambut kehadiran kedua mempelai dan rombongan, lalu dilanjutkan dengan Imbal Wicara. Imbal Wicara merupakan proses penyerahan mempelai wanita kepada keluarga mempelai pria yang diisi dengan dialog dari keluarga mempelai wanita. 

4. Selanjutnya, kedua mempelai akan diberi minum dengan dua cangkir air oleh besan (orang tua mempelai pria). Proses ini dikenal sebagai Tirto Wening. Air sendiri dipilih sebagai lambang kejernihan dengan harapan supaya kedua mempelai bisa berpikir jernih dalam menghadapi kebimbangan rumah tangga. 

5. Sesudah itu, lanjut ke Sindur Binayang. Pada proses ini, ayah mempelai pria akan menyampirkan kain sindur ke pundak kedua pengantin dan perlahan menuntunnya ke kursi pelaminan. 

Pada proses ini, ayah pengantin pria akan memimpin kedua pengantin, sedangkan ibu pengantin pria berada di belakang sambil memegang pundak kedua pengantin. Biasanya, sebelum duduk di kursi pengantin, kedua mempelai akan melakukan sungkeman kepada kedua orang tua terlebih dahulu. 

Kedua mempelai diiringi kedua orang tua menuju pelaminan. Sebelum kedua mempelai duduk dipelaminan, terlebih dahulu melakukan sungkem ke kedua orang tua.

6. Jika sudah sudah, kedua mempelai akan duduk di kursi pelaminan. Orang tua mempelai pria duduk di bagian kanan, sedangkan mempelai wanita di bagian kiri pengantin. 

7. Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan agenda terakhir yakni sambutan. Pada proses ini biasanya diisi dengan sambutan dari wakil keluarga mempelai pria dan diakhiri dengan makan bersama. 

Itulah makna dan proses upacara Ngunduh Mantu yang sangat kental akan tradisi. Sekarang Ladies sudah paham kalau nanti ditanya tentang Ngunduh Mantu.

Baca Juga:

Sudah Coba 5 Rekomendasi Cushion Lokal Terbaik? Dijamin Wajah Tampil Flawless!

Tak Sekedar Budaya, Paes Pengantin Solo Sarat Akan Makna

Kumpulan Doa Meminta Keselamatan, Pengampunan, dan Perlindungan