Muhasabah Diri, Cara Intropeksi Diri dalam Ajaran Islam

0
118

Penulis: Raizza | Editor: Agnes

Salah satu kunci sukses hidup dunia dan akhirat adalah dengan melakukan muhasabah diri, yaitu melakukan Introspeksi dan evaluasi diri. Seorang Muslim tidak boleh hanya berpikiran sempit dan terbatas, kita harus selalu bisa mengontrol diri dengan melakukan refleksi agar hidup nantinya lebih baik di masa depan. 

Untuk itu, berikut ada informasi lengkap mengenai muhasabah diri, khususnya untuk kita semua kaum muslim agar lebih taat kepada Allah SWT.

Dalil Mengenai Muhasabah Diri

1. Surah Al Hasyr ayat 18

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

2. Surah At Taubah ayat 126

Artinya: “Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (QS At-Taubah: 126)

3. Anjuran dari perkataan Umar bin Khattab 

Dalam surah Al Haqqah ayat 18 juga yang berbunyi:

Artinya: “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haqqah: 18)

Sabda Nabi dalam hadits yang diriwatkan Syadad bin Aus juga mendukung pernyataan dari Umar bin Khattab tersebut. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.”

Aspek Muhasabah Diri

1. Ibadah

Aspek pertama yang paling penting adalah ibadah. Hal ini karena ibadah merupakan tujuan utama manusia diciptakan. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Az-Zariyat ayat 56:Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

2. Pekerjaan, usia, dan rezeki

Tidak hanya terkait urusan akhirat, muhasabah juga momen yang pas untuk melakukan introspeksi diri terkait semua hal yang telah dikerjakannya selama di dunia, termasuk pekerjaan, usia, dan rezeki.

Dari Ibnu ‘Abbas Ra Rasulullah SAW pernah menasehati seseorang, ia bersabda,

Artinya: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

3. Kehidupan sosial

Setelah refleksi diri terhadap apa yang kita alami sendiri, maka selanjutnya melakukan introspeksi diri terhadap hubungan kita dengan sesama manusia. Rasulullah SAW bersabda:

Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki harta benda.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umat hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang membawa dosa kedzaliman. Ia tidak pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, meminta harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan melawan orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya ini, diberikanlah di antara menguntungkannya si ini, si anu dan si itu. Sampai selesai istimewa telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, (HR Muslim no. 6522).

Cara Muhasabah Diri dalam Islam

1. Melakukan evaluasi niat, amalan, dan dosa

Langkah pertama untuk melakukan muhasabah diri adalah dengan melakukan evaluasi diri sendiri. Evaluasi itu terkait tentang niat, amalan, dan dosa. Cobalah untuk merenung dan mengingat kembali apa saja yang sudah kita perbuat dan lalui dalam kehidupan ini, Ladies. Apakah itu sudah baik dan mendatangkan pahala? Atau justru menambah dosa?

Ketika semua hal sudah terangkum dengan jelas, dan Ladies sudah mendapatkan hasil kesimpulannya. Maka, niatkan dalam diri untuk senantiasa lebih baik lagi dan taat atas perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

2. Melakukan shalat taubat

Setelah melakukan evaluasi, Ladies mungkin akan merasakan penyesalan atas segala dosa yang sudah diperbuat. Oleh karena itu adalah waktu yang tepat untuk untuk segera bertaubat. Salah satu cara untuk bertaubat adalah dengan mendirikan sholat taubat.

Saat melakukannya, khusus di bagian sujud terakhir, cobalah untuk mengakui segala dosa dan meminta ampun pada Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika itu.”

3. Belajar menerima masukan dan saran dari orang lain

Kegiatan muhasabah identik dengan refleksi diri dan evaluasi, maka sejatinya kita pasti membutuhkan orang lain untuk membantu menyadarkan kesalahan apa saja yang tidak disadari. Seperti yang dicontohkan oleh Junjungan Besar kita semua, Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa.

Demikianlah arti muhasabah diri dan informasi mengenai cara dan dalilnya. Semoga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ya, Ladies!

Baca Juga:

Doa untuk Suami Tercinta, Para Istri Wajib Tahu Ini!

Wajib Tahu! Ini Doa untuk Kesembuhan Orang Tua yang Sakit

Doa Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga dan Diri Sendiri