Mengetahui Tafsir Mimpi dalam Pandangan Islam dan Hukumnya

0
77

Penulis: Raizza | Editor: Agnes

Sebagian orang menganggap kalau mimpi itu hanyalah bagian dari bunga tidur. Namun sebagiannya lagi menganggap kalau mimpi itu merupakan isyarat yang menandakan terjadinya sesuatu di kehidupan nyata.

Apakah benar demikian? Lantas bagaimana mimpi dalam pandangan Islam? Apakah tafsir mimpi itu diperbolehkan?

Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasi mengenai tafsir mimpi dalam pandangan Islam. Ternyata, Rasulullah SAW pun sudah membahasnya, Ladies. Jadi simak sampai habis, ya.

Jenis-Jenis Mimpi Menurut Islam

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda bahwa mimpi itu terbagi menjadi tiga macam, yaitu mimpi baik, mimpi karena pikiran, dan mimpi menyedihkan. Hal ini juga telah disampaikan Rasulullah.

Artinya: “Mimpi itu ada tiga. Mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi karena bawaan pikiran seseorang (ketika terjaga), dan mimpi menyedihkan yang datang dari setan. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian senangi, maka jangan kalian ceritakan pada siapa pun, berdirilah dan shalatlah!” (HR Muslim).

Tafsir Mimpi dalam Pandangan Islam

tafsir-mimpi-dalam-islam

1. Mimpi yang berasal dari setan

Saat Ladies mengalami mimpi buruk atau menyedihkan, maka mimpi tersebut datang dari setan. Seperti yang kita tahu, setan itu akan selalu menggoda manusia kapan pun dan dalam keadaan apa pun termasuk saat kita tidur. Jadi, setan memiliki andil dalam memainkan mimpi dan mengganggu manusia.

2. Mimpi kabar gembira dari Allah SWT

Sebaliknya, jika mimpi baik maka dapat bermakna sebagai kabar gembira dari Allah. Hal ini bisa kita lihat dari zaman kenabian. Dari Abi Sa’id, Rasulullah bersabda:

“Mimpi yang baik adalah bagian dari 46 bagian kenabian,” (HR. Bukhari).

Contohnya yang terjadi pada Nabi Yusuf. Dalam Al-Qur’an dikisahkan bahwa beliau bermimpi melihat sebelas bintang, sebuah bulan dan matahari yang bersujud kepadanya. Lalu setelah terbangun dari, Nabi Yusuf menceritakan mimpinya tersebut kepada sang ayah (Nabi Yaqub).

Nabi Yaqub pun menafsirkan mimpi tersebut bahwasannya Nabi Yusuf akan menjadi seorang pilihan Allah. Sebelas bintang yang dilihatnya itu adalah saudara-saudaranya, bulan adalah ibunya, dan matahari adalah ayahnya. 

3. Mimpi bisikan hati seseorang

Selanjutnya, apa yang terjadi di dalam mimpi juga bisa merupakan realisasi dari keinginan kita sendiri dalam kehidupan nyata. Misalnya, Ladies sedang memikirkan sesuatu atau mempunyai beban pikiran, maka hal tersebut dapat terbawa dalam mimpi. Oleh sebab itu, mimpi yang satu ini tidak memiliki makna apa pun, selain sebagai bunga tidur semata.

Menafsirkan Mimpi Menurut Islam Itu Tidak Dilarang

Dalam Islam, tidak ada aturan pasti atau larangan untuk menafsirkan mimpi. Justru, merupakan sebuah keistimewaan jika memiliki kemampuan menafsirkan mimpi, seperti yang dialami Nabi Yusuf AS dahulu.

Maka dari itu Ladies, mempelajari ilmu tentang tafsir mimpi tidak dilarang dalam Islam. Sebagian ulama, termasuk antropolog terkemuka Muslim, Ibnu Khaldun, bahkan menyebut bahwa ilmu tafsir mimpi ini dimasukkan dalam kategori ilmu syariat.

Berikut pandangannya tentang ilmu tafsir mimpi:

Ilmu Tafsir Mimpi. Ilmu ini merupakan bagian dari ilmu syariat dan merupakan ilmu yang baru dalam agama tatkala ilmu-ilmu dijadikan sebuah pekerjaan dan manusia menuliskan tentang ilmu. Sedangkan mimpi dan tafsir mimpi sebenarnya telah wujud di zaman salaf (terdahulu) seperti halnya juga wujud di zaman khalaf (masa kini).” (Ibnu Khaldun, Muqaddimah Ibnu Khaldun, hal. 288).

Nah, itulah penjelasan mengenai tafsir mimpi dalam pandangan Islam. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita ya, Ladies. Yang terpenting jangan lupa untuk berdoa sebelum tidur agar terhindar dari godaan setan.

Baca Juga:

Inilah 7 Arti Mimpi Meninggal, Akankah Pertanda Baik atau Buruk?

7 Arti Mimpi Uang, Benarkah Pertanda Datangnya Rejeki Nomplok?

Jangan Panik Dulu, Ternyata Inilah 6 Arti Mimpi Orang Tua Meninggal