Mengenal Rumah Adat Kalimantan Utara, Keunikan Rumah Baloy

0
9

Penulis: Sabrina | Editor: Agnes

Kebudayaan di Indonesia sangat yang membuat negara ini multikultural. Selain pakaian dan tarian yang beragam, rumah adat di Indonesia pun juga unik dan menawan. Salah satunya adalah rumah adat Kalimantan Utara, yaitu Rumah Baloy.

Rumah Baloy ditempati oleh suku Tidung yang mendiami wilayah Tarakan, Kalimantan Utara. Kata baloy dalam bahasa Indonesia bermakna “balai”. Uniknya, rumah adat ini digunakan oleh masyarakat setempat sebagai balai musyarawah adat.

Baca Juga: 5 Kalimat “Aku Cinta Padamu” dalam Berbagai Bahasa Asing

Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah-Adat-Kalimantan-Utara

Apakah kamu pernah mendengar Rumah Baloy? Jika kamu ingin berwisata ke Kalut terutama ke daerah Tarakan, jangan lupa untuk mengunjungi Rumah Baloy dan mengabadikan momen di dalam rumah adat penuh sejarah ini.

Sama seperti rumah adat di daerah lain, Rumah Baloy juga memiliki keunikannya, lho. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini memiliki makna dan dianggap sebagai warisan turun temurun bagi warga Kalimantan Utara.

1. Rumah Baloy Sebagai Warisan Turun Temurun 

Wilayah Tarakan, khususnya Tarakan Barat, menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia selama beratus-ratus tahun yang lalu. Salah satu keunikan yang tidak bisa dilupakan adalah keunikan Rumah Baloy yang biasanya diurus secara turun temurun. Bagi wisatawan, rumah adat ini menjadi tempat yang baik untuk melakukan fotografi dan apresiasi. 

2. Nuansa Rumah Baloy

Rumah Baloy sengaja didesain menjadi rumah panggung karena tanah dan wilayah Kalimantan yang gambut dan lembab. Jika dilihat dari atas, Rumah Baloy memiliki denah seperti tanda tambah. Halaman depan Rumah Baloy sangat luas yang biasanya digunakan untuk menanam tanaman dan digunakan sebagai pertemuan suku.

Baca Juga: Ssst! Ini 6 Contoh Kalimat Gaslighting yang Memanipulasimu

3. Menjelajahi Rumah Adat Tidung, Rumah Baloy 

Rumah Baloy terbuat dari kayu ulin atau kayu besi karena sifatnya yang awet dan tidak mudah lapuk. Kayu ulin tahan terhadap panas matahari dan hujan lebat sehingga cocok di iklim tropis.

Selain itu, Rumah Baloy selalu dibangun menghadap ke utara dengan pintu masuk utama menghadap selatan. Hal ini erat kaitannya dengan sistem kepercayaan adat suku Tidung Tarakan.

4. Jumlah Ruangan dalam Rumah Baloy 

Sebagai informasi, Rumah Baloy terdiri dari 4 kamar yang memiliki fungsi dan filosofinya masing-masing. Ruangan pertama disebut Alad Kaid yang digunakan untuk menyambut tamu dan mengadakan pertemuan. 

Selanjutnya ada ruangan Lamin Bantong yang digunakan sebagai ruang rapat. Dahulu ruangan ini digunakan oleh para pemimpin daerah untuk rapat dan sidang mengenai kepentingan masyarakat. 

Ruangan ketiga adalah Ulad Kemagot yang digunakan untuk beristirahat. Sementara itu,  Lamin Dalom adalah singgasana pemimpin atau pemangku adat. 

Uniknya, bagian belakang Rumah Baloy terdapat bangunan di atas kolam bernama Labung Intamu. Bangunannya semi terbuka dan di bagian samping ditutupi oleh dinding dan jendela. Hingga saat ini bangunan di atas kolam itu dipergunakan untuk menampilkan seni budaya Kalimantan Utara misalnya seni tradisional khususnya Tari Jepen. 

Itu informasi mengenai keunikan Rumah Baloy yang merupakan rumah adat Kalimantan Utara. Setelah mengetahui rumah adat ini, apakah kamu tertarik untuk mengunjunginya? Semoag informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua mengenai adat dan budaya ya, Ladies!

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Ketombe dengan Bahan Alami, Bisa Dicoba di Rumah