Mengenal Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Padang dan Maknanya

0
12

Penulis: Adriana | Editor: Agnes

Pernikahan adalah salah satu momen dalam hidup yang pantas untuk dirayakan. Di Indonesia, setiap suku memiliki adat pernikahannya masing-masing. Adat pernikahan di setiap daerah pun mengandung makna filosofi tentang kehidupan rumah tangga. Salah satu pernikahan adat yang terlihat sangat mewah dan sakral adalah pernikahan adat Padang. 

Pada artikel ini, Ladies Corner telah merangkum susunan prosesi pernikahan adat Padang. Penasaran? So, keep scrooling, Ladies!

Susunan Prosesi Pernikahan Adat Padang 

pernikahan-adat-padang

Proses pernikahan adat Padang terbilang cukup panjang. Acara pernikahannya tidak hanya berlangsung dalam satu hari, namun ada beberapa prosesi yang harus dilakukan. Mulai dari sebelum pernikahan, saat pernikahan, bahkan prosesi setelah akad.  

1. Marasek 

Prosesi pernikahan adat Padang dimulai dengan tradisi Marasek. Pada tahap ini, keluarga mempelai wanita akan datang menghampiri keluarga pria untuk menetapkan kecocokan. 

Pada tahap ini, keluarga wanita akan mempertimbangkan apakah pria, yang akan menikah, cocok atau tidak dengan mempelai wanita. Proses ini bisa berlangsung beberapa kali sampai adanya kesepakatan. 

2. Maminang 

Selanjutnya ada prosesi disebut Maminang. Pada tahap ini, keluarga mempelai wanita akan datang kembali ke rumah mempelai pria sambil membawa buah tangan. Biasanya yang dibawa berupa sirih pinang dengan kue dan buah-buahan karena dinilai memiliki makna bahwa pernikahan ini bakal diingat akan hal baiknya.  

3. Batimbang Tando 

Masih berbarengan dengan prosesi Maminang, ada prosesi Batimbang Tando. Prosesi ini bermakna sebagai simbol untuk mengikat perjanjian pernikahan dan tidak bisa dibatalkan. Pada prosesi ini, biasanya akan membawa keris, kain adat, atau berbagai hal yang memiliki makna bagi keluarga. 

4. Mahanta Siri 

Susunan pernikahan adat Padang selanjutya adalah Mahanta Siri. Dalam prosesi ini kedua mempelai akan meminta restu kepada tetua. Pada saat meminta restu, mempelai pria akan membawa selapah yang berisikan daun nipah serta tembakau. Sementara pihak wanita akan membawa sirih lengkap. 

5. Babako Babaki 

Pada prosesi ini, keluarga ayah dari calon mempelai wanita akan mendatangi mempelai wanita dengan membawa bantuan biaya sesuai kemampuannya. Keluarga ayah akan datang dengan membawa hantaran berupa sirih lengkap dengan isi nasi kuning sebagai simbol makanan adat, perhiasan, tas, hingga pakaian. 

6. Malam Bainai 

Sebelum hari pernikahan, mempelai wanita akan melakukam Malam Bainai. Pada tahap ini, kuku dari mempelai wanita akan ditempelkan dengan daun pacar merah sebagai tanda cinta dan restu dari para tetua untuk mempelai wanita. 

7. Manjapuik Barapulai 

Ini dia prosesi yang paling penting yaitu Manjapuik Barapulai. Pada tahap ini, keluarga mempelai wanita akan menjemput mempelai pria untuk melangsungkan akad nikah. Pada tahap ini juga, mempelai pria akan diberikan gelar pusaka sebagai tanda kedewasaan. 

8. Penyambutan di Rumah Anak Daro 

Sebelum akad nikah, akan dilakukan penyambutan calon mempelai pria di rumah mempelai wanita. Prosesi ini disebut juga dengan Penyambutan di Rumah Anak Daro. Pada umumnya, prosesi ini dilakukan sangat meriah karena dihiasi dengan berbagai musik tradisional, tarian khas Minang, dan berbagai kebudayaan adat. 

Sesaat mempelai pria sampai di rumah mempelai wanita, para tetua dari mempelai wanita akan memercikan air ke kaki mempelai pria. Setelah itu, para tetua akan menaburi kedua mempelai dengan beras kuning sebagai tanda penerimaan. 

Seusai Akad Nikah 

pernikahan-adat-padang

Setelah prosesi akad, adat pernikahan masih terus berlanjut. Setiap susunan pernikahan memiliki makna filosofi tersendiri. 

1. Mamulangkan Tando 

Prosesi selanjutnya adalah Mamulangkan Tando. Prosesi ini dilakukan saat kedua mempelai pengantin sah menjadi pasangan suami istri. Kedua mempelai akan mengembalikan tanda cinta kasih yang diberikan saat lamaran. 

2. Malewakan Gara Marapulai 

Setelah Mamulangkan Tando, prosesi pernikahan akan dilanjutkan dengan Malewakan Gara Marapulai. Pada prosesi ini akan diumumkan gelar sebagai tanda kedewasaan dan kehormatan dari mempelai pria. 

3. Mengadu Kening 

Mempelai pria dan wanita selanjutnya akan mengadu kening. Prosesi ini akan dipimpin oleh para tetua dari keluarga mempelai wanita. Mempelai pengantin akan duduk berhadapan dengan kedua kening yang dipisahkan oleh kipas. Secara perlahan, kipas akan diturunkan. Setelah itu, kedua kening mempelai akan bersentuhan. 

4. Mangaruak Nasi Kuniang 

Ada satu prosesi yang terbilang cukup unik yaitu bernama Mangaruak Nasi Kuniang. Pada prosesi ini, kedua mempelai akan berebut untuk mendapatkan daging ayam yang ada dalam nasi kuning. Prosesi ini menggambarkan kekompakan suami istri dalam menjalani hidup rumah tangga ke depannya. 

5. Bamain Coki 

Terakhir ada Bamain Coki atau bermain Coki. Coki merupakan satu permainan tradisional khas Padang yang menyerupai catur atau halma. Permainan ini merupakan simbol untuk menghilangkan rasa ego masing-masing mempelai agar tercapai kemesraan dalam rumah tangga. 

Nah, itulah penjelasan mengenai prosesi pernikahan adat Padang. Terlihat sangat kontras dengan pernikahan modern yang cenderung sederhana ya, Ladies. Lantas, apakah Ladies tertarik untuk mengusung pernikahan dengan adat Padang? 

Baca Juga:

Wajib Catat! Ini 5 Inspirasi Kado Pernikahan untuk Sahabat

Inilah 9 Inspirasi Souvenir Pernikahan yang Unik dan Cantik

20 Ucapan Pernikahan untuk Pengantin dalam Bahasa Indonesia dan Inggris