Sangat Unik, Inilah Makna Filosofi Pakaian Adat Papua

0
130

Penulis: Raizza | Editor: Agnes 

Jika Ladies selama ini berpikir pakaian adat Papua itu hanya koteka, maka Ladies keliru nih! Yap, pakaian adat Papua yang terkenal menyatu dengan alam ini memiliki jenis lainnya, loh. Ditambah lagi ada juga aksesoris yang tidak hanya sebagai hiasan tetapi juga menjadi bagian penting dari pakaian adat masyarakat asli Papua.

Pasalnya memang, pakaian adat Papua memiliki filosofi yang kuat sehingga masih dilestarikan secara turun temurun oleh suku dan masyarakat di sana. Penasaran seperti apa makna filosofi pakaian adat Papua? Berikut informasinya!

Pakaian Adat Papua

1. Rok rumbai

Jika diperhatikan dengan seksama, pakaian adat Papua, baik itu laki-laki maupun perempuan memiliki model yang sama. Secara umum mereka menggunakan rok khas yang sering disebut juga dengan rok rumbai-rumbai.

Nah yang menarik, rok itu itu terbuat dari daun sagu yang dirajut loh, Ladies! Daun sagu itu juga tidak hanya digunakan untuk rok, tetapi juga sebagai penutup tubuh bagian bawah serta hiasan rambut.

2. Tato untuk orang pedalaman

Sebagian besar orang-orang Papua yang masih tinggal di pedalaman biasanya enggan untuk menutupi bagian dada mereka. Mereka lebih memilih untuk menutupinya dengan tato. 

3. Koteka

Tidak hanya rok rumbai, orang-orang Papua, khususnya laki-laki, juga mengenakan koteka yang terbagi atas dua jenis sesuai kebutuhan. Satu untuk digunakan sehari-hari dan satu lagi khusus acara adat penting. Nah, koteka untuk sehari-hari biasanya cenderung sederhana karena polos tanpa ukiran. Sedangkan koteka untuk upacara adat ukurannya lebih panjang disertai banyak ukiran etnik khas Papua. 

Pakaian koteka ini juga ada filosofinya, loh! Konon laki-laki yang mengenakan pakaian kotek lebih besar berarti ia memiliki kedudukan yang lebih tinggi di wilayah tempat tinggalnya. 

4. Sali

Sali adalah pakaian adat yang harus dikenakan oleh kaum lajang perempuan. Sali ini terbuat dari kulit pohon dan harus berwarna coklat. Sedangkan untuk yang sudah menikah tidak diperkenankan memakai sali lagi.

5. Yukai

Perempuan yang sudah menikah akan mengenakan pakaian adat yang disebut Yokai. Bahannya pun sama dengan Sali, hanya saja warnanya sedikit berbeda yaitu coklat kemerahan.

Aksesoris Pada Pakaian Adat Papua

Tidak hanya terkenal karena menyatu dengan alam, pakaian adat Papua juga digunakan bersamaan dengan aksesoris yang memiliki bentuk dan ciri khas unik. Pertama, ada kalung dari gigi anjing yang dilingkarkan di leher dan taring babi yang dipasang di lubang hidung.

Selanjutnya, hiasan kepala yang melambangkan mahkota berwujud seperti rumbai-rumbai. Bahan baku aksesoris ini ialah bulu burung kasuari, bulu kelinci, dan daun sagu kering.

Tidak hanya itu, orang Papua juga membawa tas seperti ransel di bagian belakang tubuhnya. Nah, tas tersebut adalah tas noken Ladies! Tas yang terbuat dari anyaman kulit kayu yang digunakan untuk menyimpan buah, hasil kebun, atau bisa juga untuk membawa hasil buruan seperti burung, kelinci, atau tikus. Nah, konon aksesoris-aksesoris tersebut tidak bisa dilepaskan dari penggunaan baju adat Papua. 

Itulah tadi informasi mengenai makna filosofi pakaian adat Papua dan aksesorisnya. Bagaimana Ladies, unik ya?

Baca Juga:

Inilah Fakta Menarik Mengenai Atribut dan Pakaian Adat Sunda

Makna Filosofis dalam Prosesi Pernikahan Adat Jawa 

Tampak Eksotik, Ini 3 Keindahan Rumah Adat Maluku