Bikin Haru, Kumpulan Puisi untuk Ayah Menyentuh Hati

0
127

Penulis: Jessica | Editor: Agnes

Ladies, mengungkapkan kasih sayang kepada sosok ayah kadang terasa agak kaku dilakukan. Oleh sebab itu, memberikan puisi untuk ayah dianggap sebagai media paling tepat buat menyentuh hati. Apalagi selama ini sosok ayah terkesan tak sehangat ibu.

Bagaimana pun cinta seorang ayah kepada anaknya tentu sama besarnya dengan cinta ibu. Jadi, tidak ada salahnya nih kita ungkapkan rasa sayang ke ayah. Berikut beberapa penggalan puisi untuk sosok ayah dalam berbagai tema.

1. Kasih Sayang Ayah

Puisi untuk Ayah

Di Indonesia, ada waktu untuk memperingati hari ibu. Sementara, hari ayah sepertinya tidak pernah dirayakan di sini. Padahal, kasih sayang ayah tidak boleh kita lupakan juga ya.

Puisi pendek berikut ini dapat mewakili rasa terima kasih kita pada cinta ayah. Coba deh dibacakan di depan ayah, pasti bikin terharu!

KASIH AYAH

 

Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa,

tetapi kasihmu pun senantiasa menemani langkahku

 

Kaulah yang pertama kali mengajariku menjejakkan kaki

Kaulah yang selalu menaruhku di pundakmu

Kaulah yang menemaniku dalam gelap

Kaulah yang terus memercayai setiap pilihanku

 

Darimu aku belajar mengasihi tanpa kata

Darimu aku tahu, teguran kasih adalah bentuk sayang

Darimu aku mengerti, cinta itu sangat sederhana

 

Ayah, kaulah ayah nomor satu di seluruh dunia

Kasih sayangmu menetap di hatiku hingga selamanya

2. Pengorbanan Seorang Ayah

Puisi untuk Ayah

Orang tua pasti akan selalu berkorban demi anak-anaknya. Demikian juga yang dilakukan seorang ayah. Sebagai kepala keluarga, ayah bertugas mencari nafkah dan memastikan istri berserta anak-anaknya hidup cukup.

Jerih payah sosok ayah di dalam keluarga dapat tercermin dari puisi untuk ayah berikut. Bayangkan ayah kita membacanya malam hari selepas pulang kerja.

PELUH PENUH CINTA

 

Bahumu terkulai lemah tiap membuka pintu rumah

Tapi, lengkungan bulan sabit tetap terlukis di bibirmu

Kau buka lenganmu lebar-lebar,

merengkuhku dalam pelukan hangat

 

Bau keringat menyeruak ke hidungku

Namun, inilah aroma paling wangi di hidupku

Tetes-tetes peluhmu adalah aliran cintamu buatku

Kau lelah, namun tak pernah menyerah

 

Tanganmu tak pernah lelah bekerja

Hatimu seteguh batu karang

Meski bersimbah peluh, kau tak mengeluh

Terima kasih, ayah

3. Kebersamaan dengan Ayah

Puisi untuk Ayah

Waktu ayah bersama istri dan anak-anak mungkin terbatas. Apalagi jika dalam keluarga hanya sosok ayah yang bekerja. Itu sebabnya momen-momen dengan ayah selalu amat berharga dan wajib dikenang. Kenangan akan kebersamaan tersebut dapat terlukis melalui puisi untuk ayah ini.

MINGGU BERSAMAMU

 

Aku selalu menanti hari Minggu dengan berdebar

Hari di mana kau tak perlu bangun terlalu pagi

Hari ketika tas kerjamu teronggok manis di kursi

Hari saat kau tidak terburu-buru sarapan

 

Kau bangun siang, lalu berceloteh macam-macam

Kau bilang masakan ibu amat enak

Kau senang mendengar ceritaku

Kau gembira karena seharian di rumah

 

Ayah, tahukah kau bahwa bagiku

memiliki satu hari bersamamu

adalah hadiah terindah di hidupku?

4. Ayah adalah Cinta Pertama Anak Gadis

Puisi untuk Ayah

Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa sosok ayah adalah cinta pertama para wanita. Laki-laki pertama yang selalu memberikan senyum dan keceriaan bagi anak gadis. Jangan heran kalau akhirnya beberapa wanita memilih pasangan hidup yang mirip dengan ayahnya. Ladies, puisi untuk ayah berikut ini menggambarkan betapa berharganya sosok ayah di mata wanita.

CINTA PERTAMAKU

 

Ayah, kaulah cinta pertamaku

Laki-laki pertama yang menghapus air mataku

Laki-laki pertama yang menggandeng tanganku

Laki-laki pertama yang membuatku tertawa

 

Kau mungkin tak sadar betapa sempurnanya dirimu

Sempurna meski kau pelupa

Sempurna meski kau sering teledor

Sempurna meski kau tak sabaran

 

Ayah, aku ingin seperti ibu yang

memilihmu sebagai pasangan hidup

Aku tahu, ibu adalah wanita beruntung

karena memilikimu hingga menua nanti

5. Kerinduan pada Ayah

Puisi untuk Ayah

Namun, ada kalanya juga sosok ayah mesti pergi meninggalkan kita selamanya. Ketiadaan ayah di sisi kita mau tak mau memunculkan kerinduan yang tak terperi. Apalagi jika ayah begitu dekat dengan kita kala dia masih hidup. Untuk kita yang sedang merindukan ayah, puisi ini mungkin bisa mewakili isi hati kita.

RINDU

 

Mendung pekat menggantung di langit

Memoriku sontak menoleh ke belakang

Hari ketika hujan menderas menghunjam bumi.

hari itulah kau pergi selamanya dari hidupku

 

Kini, hujan selalu membawa cerita tentangmu

Kerinduan yang merambati hatiku tiap hari

Seakan-akan ikut luruh bersama hujan

Aku bertanya-tanya,

akankah semesta menyampaikan kangen ini?

Akankah kau di surga sana melihatku

menahan tangis menatap langit?

 

Ayah, terima kasih untuk selalu datang bersama hujan

Ijinkan aku mengenangmu meski sekejap saja

Kira-kira puisi mana yang bakal bikin ayah kita berkaca-kaca saat mendengarkannya? Semoga puisi tentang ayah tadi dapat mewakili perasaan terdalam kita ya!

Baca Juga:

Menyentuh Hati, Berikut 7 Puisi untuk Ibu Tercinta

Ini Hadiah Anniversary untuk Pacar Tercinta

Buat yang Susah Move On, Ini 10 Lagu Barat Sedih dan Baper