Kisah Umar bin Khattab Menjadi Mualaf, Inspirasi untuk Umat Islam

0
7

Penulis: Raizza | Editor: Agnes 

Dalam menyebarkan ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW selalu ditemani oleh banyak sahabat, salah satunya Umar bin Khattab. Beliau merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin yang berarti ‘para pemimpin yang mendapat petunjuk.’

Dalam sejarahnya, Umar adalah khalifah kedua yang meneruskan perjuangan Rasulullah setelah Abu Bakar ash-Shiddiq. Seperti apa kisah lengkap sosok sahabat Nabi Muhammad yang satu ini? Berikut ini kisah mengenai Umar bin Khattab yang dapat menginsipirasi kita sebagai umat Muslim. So, check this out, Ladies!

Kisah Umar bin Khattab Masuk Islam

Kisah-Umar-bin-Khattab

Pada awalnya, Umar bin Khattab menentang ajaran Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Umar bahkan tidak segan menyiksa para pengikut Rasulullah. Beliau juga dikenal keras, disegani, dan ditakuti di kalangan kaum Quraisy. Hal itulah yang membuat kisah mualafnya seorang Umar bin Khattab menjadi peristiwa yang menarik. 

Pada suatu hari, dengan amarah dan membawa pedang, Umar bin Khattab menuju Darul Arqam yang merupakan tempat Nabi Muhammad berkumpul dengan para sahabat. Pada awalnya, beliau berniat untuk membunuh Rasulullah. Namun, selama di perjalanan tersebut beliau justru bertemu Nu’aim bin Abdillah yang memberi tahu bahwa adiknya, Fatimah, telah masuk Islam.

Setelah mendegar kabar tersebut, Umar bin Khattab pun bergegas mengampiri adiknya dengan emosi yang meluap. Saat sampai di depan rumah, Umar mendengar Fatimah dan suaminya sedang membaca Al-Qur’an.

Mengetahui hal tersebut, Umar menampar Fatimah hingga tersungkur dan menangis. Kemudian Umar bin Khattab melihat ayat Al-Qur’an yang sedang dibaca oleh Fatimah dan keajaiban pun terjadi. Hati Umar bin Khattan yang begitu keras, seketika luluh dengan ayat Al-Qur’an tersebut, yaitu surat Taha.

Setelah itu, Umar bin Khattab bertanya kepada Fatimah mengenai keberadaan Nabi Muhammad SAW. Beliau berkata:

“Hai, Fatimah beritahu aku di mana keberadaan Muhammad?”

“Saya tidak akan memberitahu kamu,” jawab Fatimah.

“Di mana?” kata Umar lagi.

“Saya tidak akan memberi tahu. Lebih baik kamu bunuh saya kalau memang maksudmu mau mencelakakan Muhammad.”

“Sama sekali saya tidak akan mencelakakan dia, Fatimah. Beri tahu saja di mana Muhammad?”

“Darul Arqam,” kata Fatimah.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Umar bin Khattab pun bergegas menuju Darul Arqom. Sesampainya di sana, diketuklah pintu dan dijawab oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat:

“Ada siapa di luar?”

“Umar,” jawab Umar bin Khattab.

Mendengar itu, sebagian sahabat panik dan khawatir jika Umar hendak membunuh Rasulullah. Akan tetapi, Nabi Muhammad justru menenangkan mereka dengan berkata:

“Tenang, mudah-mudahan ada hikmahnya.”

“Bukakan dia pintu. Kalau niatnya baik kita terima, tapi kalau niatnya jahat dan tidak baik, saya paling depan”, sahut Sayyidina Hamzah yang merupakan seorang jawara dan salah satu sahabat dekat Rasulullah.

Lalu ketika pintu dibuka, Umar masuk dan merangkul Nabi Muhammad seraya mengucapkan syahadat.

“Asyhadu Alla illaha illallah wa asyhadu anna ya muhammad rasulullah”. 

Mendengar hal mengejutkan itu, semua sahabat Rasulullah pun mengucap takbir dan gembira. Pasalnya semua pengikut Nabi Muhammad tahu bahwa sebelum menjadi mualaf, Umar bin Khattab merupakan musuh yang dikhawatirkan oleh umat Islam.

Kisah Umar bin Khattab sangat inspiratif karena beliau masuk Islam berkat hidayah dari Allah SWT melalui ayat dalam Surat Thaha yang dibaca oleh adiknya sendiri, Fatimah. Setelah menjadi mualaf, Umar bin Khattab menjadi salah satu sahabat Nabi Muhammad yang sangat membela dan berjasa dalam penyebaran Islam.

Baca Juga:

7 Nama-Nama Lain Hari Kiamat Menurut Islam, Wajib Diketahui!

5 Ciri-Ciri Orang Munafik dalam Islam, Tercantum dalam Al Quran

Bacaan Surah Al-Falaq dan Keutamaannya dalam Islam