Hukum Istri Meninggalkan Suami dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu!

0
3

Penulis: Raizza | Editor: Agnes

Menjalani kehidupan rumah tangga bukanlah perkara yang mudah. Ada kalanya suami istri berbeda pandangan hingga timbul perdebatan, sehingga menyebabkan istri meninggalkan suami.

Namun, di balik setiap permasalahan akan ada jalan keluar. Janganlah seorang istri meninggalkan suami sebagai satu-satunya solusi,

Lantas, bagaimana hukum istri meninggalkan suami sendirian setelah bertengkar? Adakah cara lain agar rumah tangga tetap harmonis?

Hukum Istri Meninggalkan Suami dalam Islam

hukum-istri-melawan-dan-meninggalkan-suami

Dilansir dari banyak sumber, hukum istri meninggalkan suami adalah haram. Seorang istri tidak dianjurkan keluar rumah tanpa izin suami meski dalam waktu sebentar.

Hal tersebut juga pernah dijelaskan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut: 

”Hak suami terhadap istrinya adalah istri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta, tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya.

Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali, sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim,” (HR. Abu Daud).

Istri Meminta Cerai dari Suami

hukum-istri-melawan-dan-meninggalkan-suami

Meski tak ada larangan dalam Islam soal perceraian, tetapi Allah SWT tidak menyukai perceraian, apalagi jika sang istri meminta bercerai. Hal tersebut juga sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Siapapun perempuan yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan maka haram baginya wewangian surga,” (HR. Abu Daud dan Tirmizi).

Sebagai informasi tambahan, seorang istri yang meminta cerai kepada suami tak dapat mencium wangi surga. Kecuali, jika ada beberapa hal yang dinilai tak baik dari suami yang melatarbelakangi keputusan tersebut, seperti tindakan KDRT, tidak memberikan nafkah lahir dan batin, dan lain-lain.

Baca Juga: Kisah Cinta Nabi Yusuf yang Berliku, Perjuangan Menjaga Kesucian Diri

Sikap Suami Saat Istri Meninggalkan Rumah

Hukum-istri-meninggalkan-dan-melawan-suami

Salah satu pemuka agama terkenal, Buya Yahya, menjelaskan terkait sikap suami saat istri meninggalkan rumah. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para suami, yaitu:

a. Tetap tenang dan tidak terbawa emosi

Suami perlu menjaga sikap dan tetap tenang dalam menghadapi perselisihan dengan istri. Sebaiknya, baik suami maupun istri menangkan diri terlebih dahulu.

Jangan sampai membuat keputusan saat emosional sedang memuncak. Emosi dapat menimbulkan perpecahan bagi kedua belah pihak pasangan.

b. Introspeksi diri

Sebelum melimpahkan semua kesalahan pada istri, sang suami juga harus introspeksi diri. Siapa tahu istri meninggalkan rumah karena ada perlakuan atau perkataan suami yang tidak menyenangkan dan menyakiti hati sang istri.

Apalagi jika kepergian istri bukan yang pertama kalinya. Oleh karena itu, suami perlu mengoreksi diri baik dari perilaku maupun sifat.

Jangan sampai suami menuntut istri berperilaku baik tetapi suami justru berperilaku semena-mena. Jika hal tersebut terjadi maka sang suami dikatakan zalim.

Itulah penjealsan mengenai hukum istri yang meninggalkan dan melawan suami menurut Islam. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, Ladies.

Artikel Terkait:

Mimpi Berhubungan Intim dengan Suami, Pertanda Apakah? 

Kumpulan Doa agarMasuk Surga dan Terhindar dari Neraka

Kumpulan Doa untuk Kedua Orang Tua, Ketahui Juga Keutamaannya

5 Bacaan Doa untuk Ketenangan Hati, Amalkan Saat Hati Galau