Ini Filosofi dan Denah Rumah Adat Nusa Tenggara Barat

0
165

Penulis: Aufia | Editor: Agnes

Sudah jadi rahasia umum kalau NTB terkenal akan keindahan pantai dan deretan gili-nya yang eksotis. Namun, tahukah Ladies, kalau sebenarnya provinsi tersebut juga memiliki kekayaan budaya yang tak kalah eksotis. Salah satunya adalah ragam rumah adat yang sarat akan nilai filosofis.

Masing-masing rumah adat tersebut memiliki keunikannya tersendiri yang pastinya akan membuat kamu terpukau. Penasaran apa saja keunikannya? Yuk, simak artikel tentang filosofi dan denah rumah adat Nusa Tenggara Barat berikut ini! Keep scrolling ya Ladies!

 1. Bale Jajar

Rumah adat yang satu ini merupakan hunian masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok, Ladies. Bentuknya sederhana dengan atap yang terbuat jerami dan dinding dari anyaman. Dari desain arsitekturnya, rumah ini memiliki dua ruang utama dan satu serambi.

Ruang utama yang pertama adalah Dalem Bale yaitu ruang utama yang biasanya digunakan oleh pemilik rumah. Ruangan yang kedua yaitu. Sasangkon yang berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan keperluan sehari-hari. Dalam adat NTB, ruangan tersebut memiliki fungsi yang sama seperti dapur

2. Bale Bonder

Dapat dikatakan Bale Bonder merupakan salah satu rumah adat terbesar di NTB. Ukurannya bisa mencapai 50 meter loh Ladies dan biasanya disangga oleh 8-10 tiang agar dapat berdiri kokoh. Saking besarnya, bahkan ada Bale Bonder yang menggunakan 20 tiang penyangga.

Rumah ini berukuran besar karena berfungsi sebagai hunian perangkat desa atau pembesar suku. Umumnya hanya ada satu Bale Bander di tiap wilayah dan posisi bangunananya berada di tengah pemukiman warga. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu sedangkan atapnya berbentuk seperti kopiah hitam.

Walaupun digunakan sebagai tempat tinggal perangkat desa, namun Bale Bonder memiliki denah yang mirip dengan Bale Jajar. Hanya saja memiliki satu ruangan khusus yang berfungsi sebagai ruang rapat atau pengadilan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adat.

3. Dalem Loka

Kalau di Pulau Lombok Ladies bisa melihat berbagai Bale, lain halnya di Sumbawa, di sini Ladies dapat melihat Dalem Loka. Dalam bahasa Sumbawa, Dalam Loka berarti ‘rumah istana’. Nama ini digunakan karena pada masa Kerajaan Sumbawa dahulu, rumah ini digunakan sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja.

Rumah ini memiliki konsep rumah panggung Ladies. Uniknya, tiang penyangganya memiliki jumlah 99 buah sama persis seperti jumlah Asmaul Husna. Hal ini dikarenakan Sumbawa merupakan daerah yang masyarakatnya memegang erat syariat Islam sehingga aspek budayanya ikut terpengaruh. Asmaul Husna sendiri dipercaya bisa menjadi penopang sebesar apapun masalah di dunia.

Karena merupakan hunian raja, maka tak mengherankan kalau Dalem Loka memiliki banyak ruangan, yaitu:

  • Di bagian depan terdapat Lunyuk Agung dan Lunyuk Mas yang digunakan untuk musyawarah dan kegiatan adat.
  • Ruang dalam timur adalah kamar untuk putra-putri raja yang sudah menikah.
  •  Ruang dalam utara adalah ruang tidur permaisuri.
  • Ruang dalam barat digunakan untuk beribadah.
  •  Bala Bulo merupakan area keluarga.
  • Ruang sidang.
  • Kamar mandi di luar ruangan induk.
  • Area luar terdapat gapura, lonceng untuk menyambut tamu, kebun dan rumah jama.

4. Bale Lumbung

Tak seperti rumah adat sebelumnya yang digunakan sebagai hunian, Bale Lumbung justru berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara hasil pertanian setelah masa panen. Oleh karena itu, bangunan ini berkonsep rumah panggung untuk mengantisipasi hama tikus dan bencana banjir.

Bale Lumbung juga terbuat dari bahan alami loh. Atap dan dinding bagian luar rumah terbuat dari jerami sedangkan dinding bagian dalam dibuat dengan anyaman bambu yang disusun rapi. Ujung atap dibuat melebar dan jarak atap ke tanah hanya sekitar 2 meter dengan diameter ruangan sepanjang 3 meter.

5. Berugaq Sekepat

Ladies, tidak sembarang orang bisa masuk ke rumah masyarakat Sasak. Oleh karena itu, Suku Sasak membuat Berugaq Sekepat yang terpisah dari rumah tinggal dan digunakan untuk menerima tamu atau orang asing.

Bangunan ini juga mengusung konsep rumah panggung dengan empat tiang sebagai pondasi. Luas bangunannya tidak lebih dari 5 meter persegi dan tidak memiliki dinding. Jika dilihat rumah ini lebih mirip dengan saung dari pada hunian. Sehingga beberapa orang tidak menganggapnya sebagai rumah adat, Ladies.

Itulah filosofi dan denah rumah adat Nusa Tenggara Timur, Ladies! Menarik kan? Kalau berlibur ke NTB jangan lupa untuk mengunjunginya ya, Ladies!

Baca Juga:

Sangat Indah, Yuk Pergi ke 10 Tempat Wisata Religi

Piknik ke 11 Tempat Wisata Bandung yang Ramai dan Kece Ini!

Doa untuk Kedua Orang Tua yang  Sudah Meninggal