Nggak Ribet, Ikuti 7 Langkah Cara Menanam Cabai Rawit untuk Pemula

0
160

Penulis: Marcia | Editor: Agnes

Bagi Ladies pecinta pedas, pasti akrab banget sama cabai rawit. Selain rasanya yang pedas, cabai rawit mengandung banyak vitamin dan telah lama digunakan sebagai suplemen herbal.

Daripada repot-repot membeli cabai rawit,  kita bisa menanam sendiri cabai rawit di rumah, loh! Enggak perlu khawatir, tanaman yang satu ini sangat mudah dirawat, apalagi bagi pemula seperti kita. Inilah hal-hal yang perlu Ladies pelajari dari menanam cabai rawit.

Langkah-Langkah Menanam Cabai Rawit untuk Pemula

1. Proses Tanam

cara menanam cabai rawit

Sebelum menanam, sebaiknya tentukan terlebih dahulu media tanamnya. Apakah Ladies ingin menanam di tanah langsung atau di pot atau pollybag? 

Meski begitu, pilihlah pot berlubang yang punya sistem drainase yang baik ya, Ladies! Lalu, isilah pot dengan media tanam seperti tanah atau sekam hingga menyisakan 10 cm dari bibir pot.

Setelah semua media tanam siap, sebarlah bibit cabai di tanah, lalu kuburlah bibit tersebut. Tapi perlu diingat, penempatan dan jarak sangat penting untuk keberhasilan panen cabai rawit. Beri jarak tanaman 60 cm antar lubang.

Jika benih dimulai di dalam ruangan, benih cabai rawit tidak boleh ditanam sampai beberapa minggu setelah tanah bersifat hangat. Pastikan kita memilih tanah yang belum pernah ditanam oleh famili Solanaceae lainnya, seperti tomat atau kentang, Ladies. Siramlah bibit setiap hari dengan alat semprot hingga tanah lembab keseluruhan.

2. Cahaya

Tanaman cabai rawit akan tumbuh paling baik bila terkena sinar matahari penuh setidaknya selama delapan jam per hari.

3. Tanah

Cabai rawit membutuhkan tanah yang lembab, berdrainase baik, subur dengan pH netral. Tanah yang lebih asam dapat menghasilkan cabai yang lebih pedas dari biasanya. Jika ladies tidak yakin, mungkin ada baiknya melakukan tes tingkat pH tanah.

4. Air

Menyiram tanaman cabai rawit bisa menjadi proses yang rumit. Cabai rawit memang membutuhkan kondisi tanah yang lembab, tetapi penyiraman yang berlebihan juga menjadi masalah. Jika tanah menjadi terlalu kering atau terlalu jenuh, daun tanaman bisa menguning. Siramilah tanaman di pangkal tanaman atau bagian Mulsa untuk menjaga kelembapan.

5. Suhu

Tanaman cabai rawit adalah tanaman yang bertahan dalam cuaca hangat asli daerah tropis. Cabai rawit membutuhkan suhu hangat yang konsisten untuk bertahan hidup. Tanaman ini tidak tahan terhadap suhu ekstrem, baik panas maupun dingin. Suhu dingin di bawah 12 derajat celsius akan menghasilkan pertumbuhan yang lambat dan perubahan warna daun.

6. Pupuk

Cabai rawit akan tumbuh dengan baik di tanah yang subur. Jika tanah yang Ladies miliki tidak terlalu kaya zat hara, sebaiknya perbanyaklah dengan pupuk dan kombinasikan dengan tanah yang memiliki tingkat nitrogen tidak tinggi. Hal ini akan menghasilkan energi ke daun yang merangsang produksi cabai.

7. Hama/Penyakit Umum

Beberapa hama tertarik cabai rawit. Penyakit jamur seperti bercak daun, layu fusarium, dan antraknosa juga terkadang bisa menjadi masalah, terutama dalam kondisi cuaca lembab. Jarak tanam yang tepat, pengeringan tanah yang baik, dan penyiraman dari pangkal tanaman dapat membantu meminimalkan datangnya hama.

Bagimana, mudah kan cara menanam cabai rawit sendirian di rumah? Happy gardening ya, Ladies! Selamat menikmati hasil panen sendiri!

Baca Juga:

Macam-Macam Tanaman Puring Beserta Harganya

7 Jenis Tanaman Anthurium Paling Populer dan Cantik

Mudah dan Praktis! Ini 7 Langkah Mudah Melakukan Cangkok Tanaman