Ingin Memperbaiki Toxic Relationship? Terapkan Cara Ini

0
181

Penulis: Gladys | Editor: Agnes

Istilah toxic relationship kian booming di telinga kita dan juga media sosial. Tapi apa sih makna sebenarnya dari istilah tersebut?

Ingin tahu penjelasan lebih detail? Simak artikel ini sampai habis ya, Ladies. Dengan begitu kita bisa belajar dan menghindari situasi toxic relationship.

Apa Itu Toxic Relationship?

Toxic Relationship muncul sejak tahun 1995 silam, oleh pakar komunikasi dan psikologi bernama Dr. Lillian Glass. Beliau menulis buku berjudul People Toxic dan memuat toxic relationship yang memiliki arti hubungan tidak sehat karena tidak saling mendukung, terdapat konflik yang mencoba merusak satu sama lain, hilangnya rasa hormat dan berkurangnya kekompakan.

Adapun tanda-tanda toxic relationship antara lain:

  1. Jika pasanganmu benar-benar mengendalikan dan mengekang kamu, hingga kamu jauh dari teman dan keluarga.
  2. Jika kamu merasa sering diabaikan atas segala usahamu menyenangkannya dan menjaga hubungan ini.
  3. Jika kamu dan pasangan tak lagi saling percaya.
  4. Jika kamu terpaksa sering berbohong.
  5. Jika kamu merasa takut dan terancam sepanjang waktu.
  6. Jika pasanganmu memaksakan pendapatnya tanpa pernah mendengarkan pendapat darimu.

Hubungan tidak sehat seperti di atas, kalau dibiarkan terlalu lama dibiarkan dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental kita. Namun, melepaskan orang yang begitu dicintai dan sudah menjalin hubungan yang lama terkadang sangatlah sulit. Oleh karena itu, coba lakukan beberapa langkah ini untuk membantu memperbaiki hubungan yang telah toxic.

1. Mencoba untuk Jujur

Meskipun pendapatmu tidak didengar atau diabaikan, coba tulis dan rangkai semua maksud hatimu ke dalam tulisan. Hal ini dapat membuatmu lega sekaligus menjadi panduanmu untuk berbicara lebih tertata ke pasangan.

Carilah momen yang tepat untuk membicarakannya secara baik-baik dengan pasanganmu. Kalau pasanganmu menginginkan hubungan ini tetap lanjut, minta ia untuk utarakan secara jujur perasaannya dan temukan kesepakatan yang baik untuk satu sama lain dan hubungan ini.

2. Melakukan Terapi

Tidak perlu malu untuk meminta bantuan pada tenaga profesional untuk mencurahkan permasalahanmu agar ada pihak yang dapat menilai hubunganmu secara objektif. Berbicara dengan psikolog juga bisa membantu kamu menyusun strategi untuk memperbaiki toxic relationship ataupun membantu kamu untuk mengakhirinya. Dengan begitu, kesehatan mentalmu juga terjaga, Ladies.

3. Bangkitkan Kembali Percaya Diri

Berada dalam hubungan tidak sehat bisa merenggut kepercayaan dirimu. Untuk memulihkannya, kembali lah pada support system-mu, yakni keluarga dan teman. Selain itu, lakukan hal-hal yang kamu sukai, seperti traveling atau berolahraga sebagai cara kamu menyegarkan pikiran, hati, dan tubuh.

4. Pahami Kapan Waktu yang Tepat untuk Berpisah

Jika sudah mencoba berkata jujur, namun hasilnya nihil ataupun kepercayaan dirimu makin memburuk, inilah tanda bila hubunganmu tak layak lagi untuk dipertahankan. Segera akhiri hubunganmu dan jangan sungkan untuk minta bantuan orang lain agar kamu berani untuk menyudahinya. Bagaimana pun, kesehatan mental diri sendiri juga penting, Ladies.

5. Move On!

Move on memang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Tidak perlu buru-buru, jalani secara perlahan dengan mengalihkan ingatan burukmu tentang toxic relationship ke hal-hal yang lebih menyenangkan.

Pikirkan hal-hal positif yang kamu peroleh dari kejadian ini sebagai pembelajaran. Kamu kini bisa bebas bertemu siapa saja, bisa makan enak dan jalan-jalan, serta bisa menekuni hobi baru.

So, jangan biarkan orang lain mengambil kuasa atas privasi dan kepercayaan dirimu, sekalipun ia pasanganmu. Pertengkaran dan perdebatan itu wajar karena beda cara pandang antar satu sama lain, namun hubungan yang baik akan selalu mampu mencari jalan tengahnya.

Baca Juga:

Doa Sebelum dan Sesudah Berhubungan Badan Suami Istri

Romantis dan Baik Hati, Begini Sifat Golongan Darah O

Inilah Fakta Sifat Cewek Taurus yang Selalu Ramah