5 Langkah Bersikap Lebih Dewasa, Butuh Proses dan Nggak Instan!

0
96

Penulis: Jessica | Editor: Agnes

Bertambahnya usia tidak menjamin kedewasaan seseorang. Bersikap lebih dewasa jelas butuh proses dan tiap orang akan mengalami fase yang berbeda-beda. Pertanyaannya, sudahkah kita tumbuh menjadi pribadi dewasa di usia yang kian matang seperti sekarang?

Berikut ini ada beberapa cara sederhana agar kita dapat bersikap lebih dewasa sehari-hari. Ingat, tidak ada yang instan dalam proses pendewasaan. Pelan-pelan mulai praktikkan hal-hal ini yuk, Ladies!

Mengenali Diri Sendiri

Ladies, coba renungkan pertanyaan ini ke hati masing-masing deh: sudahkah kita mengenal diri kita sendiri? Sekilas, pertanyaan ini cukup sederhana dan mudah ya. Padahal, tidak semua orang sanggup menjawabnya loh.

Mengenali diri sendiri menjadi awal dari cara bersikap dewasa. Aspeknya pun sangat luas, mulai dari menerima kekurangan serta kelebihan, mencermati emosi diri saat berhadapan dengan sesuatu, hingga apa saja yang disukai dan tidak disukai. Cobalah membuat daftar pertanyaan tentang hal-hal tersebut agar dapat belajar memahami diri sendiri.

Belajar Menerima Kritik

Tantangan dalam upaya bersikap dewasa biasanya hadir dari kritik atau masukan. Tidak banyak orang yang dapat menghadapi kritik dengan kepala dingin. Apalagi jika kritik tersebut berkenaan dengan karya atau pencapaian kita.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi kita untuk belajar menerima kritik dan meresponnya dengan tepat. Memang tidak semua kritik selalu benar atau bermanfaat buat kita. Tapi, tidak ada salahnya kan melatih diri lebih terbuka pada masukan dan saran yang memang membangun pribadi kita.

Berani Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf

Orang yang dewasa identik dengan tidak akan lari dari masalah. Terlebih jika dia menjadi penyebab masalah tersebut. Cara bersikap dewasa dapat dimulai dengan belajar mengakui kesalahan sekaligus meminta maaf.

Ingat, mengakui kesalahan bukan berarti kalah ataupun menjadi sasaran dipersalahkan. Keberanian meminta maaf sering kali menjadi langkah terbaik dalam menyelesaikan konflik. Jadi, buang jauh-jauh deh rasa gengsi tanpa perlu menunggu orang lain minta maaf terlebih dahulu. 

Bertanggung Jawab atas Perkataan atau Perbuatan

Setiap perkataan dan perbuatan yang kita lakukan pasti berdampak ke orang lain. Entah itu di lingkungan keluarga, pertemanan, ataupun pekerjaan. Untuk melatih kedewasaan, kita mesti berusaha bertanggung jawab atas ucapan dan tindakan kita.

Jangan menjadi orang yang plin-plan dalam bicara. Begitu juga jangan suka melempar kesalahan ketika ada masalah. Orang yang dewasa akan sadar dan paham menempatkan diri di lingkungan dan mempertanggungjawabkan apa pun yang dilakukan dan dikatakan. 

Mengelola Emosi dan Perasaan yang Mengganggu

Terakhir, cara bersikap dewasa sangat erat hubungannya dengan pengelolaan emosi dan perasaan. Sangat wajar jika manusia merasakan marah, sedih, kecewa, dan lain-lain. Yang membedakan adalah respon orang tersebut rasa dihinggapi energi-energi negatif tersebut.

Tahan diri dari melontarkan kata-kata menyakitkan ketika sedang marah. Belajar bersikap bijak tanpa perlu menunjukkan rasa kecewa secara berlebihan. Dan jangan menolak kesedihan yang datang, bahkan menangislah kalau perlu.

Semoga cara-cara di atas bisa kita lakukan mulai dari sekarang ya. Memang bersikap dewasa tidak mudah, tetapi kita mesti melakukannya agar terus tumbuh sebagai pribadi lebih baik.

Baca Juga:
Ciri-Ciri dan Kata-Kata Sindiran untuk Para PHP

Romantis dan Baik Hati, Begini Sifat Golongan Darah O

Ini Dia Fakta Sifat Perempuan Pisces, Pasangan Idaman!