Begini Rangkaian Prosesi Nikah Adat Betawi yang Unik dan Penuh Suasana Hangat

0
4
foto prosesi pernikahan adat betawi

Penulis: Adriana | Editor: Agnes

Indonesia adalah negara multikultural yang terdiri dair berbagai suku dan budaya. Hal inilah yang membuat Indonesia punya beragam prosesi pernikahan yang unik. 

Suku Betawi merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia yang tinggal di Ibukota Jakarta. Bagi orang Betawi, mengadakan pernikahan sesuai ketentuan adat adalah satu kebanggaan. Lantas, apakah kamu tertarik dengan pernikahan adat Betawi? Atau justru ingin mengadakan resepsi dengan adat Betawi, Ladies?

Baca Juga: Bikin Lengket, Ini 6 Jenis Ciuman yang Menggairahkan

Tahapan Prosesi Pernikahan Adat Betawi 

prosesi-pernikahan-adat-betawi
foto prosesi pernikahan adat betawi

Sama seperti pernikahan adat lainnya, prosesi pernikahan adat Betawi juga unik dan menarik. Penasaran bagaimana prosesi pernikahan adat Betawi? Simak selengkapnya di bawah ini, Ladies

Ngedelengin 

Sebelum resmi melamar sang pujaan hati, ada prosesi ngedelengin yang berarti “melihat dengan seksama.”

Dalam tahap ini, kedua keluarga calon mempelai akan saling melihat kecocokan kedua calon pengantin. Jika sudah cocok, pihak keluarga pria akan mengirimkan dua orang utusan sebagai penjodoh atau mak comblang. 

Para mak comblang ini juga yang akan menggantung ikan bandeng di depan rumah mempelai wanita. Ikan bandeng tersebut adalah tanda bahwa sang gadis sudah dilamar. 

Melamar 

Pada tahap lamaran, pihak calon mempelai pria akan mendatangi keluarga calon mempelai wanita untuk meminta izin menikahi mempelai sang pujaan hati. Biasanya pihak keluarga mempelai pria akan membawa seserahan yang berisi berbagai barang seperti sirih embun, pisang raja dua sisir, roti tawar, serta uang.

Baca Juga: Perasaan Suami saat Istri Menolak Hubungan Seksual, Istri Wajib Tahu!

Bawa Tande Putus 

Salah satu ciri khas dari pernikahan adat Betawi yang tidak boleh dilewatkan adalah membawa tande putus. Tande putus adalah tanda keseriusan sang pria untuk menikahi sang wanita.  

Bentuk dari tande putus biasanya berupa cincin iris rotan, uang seserahan, dan berbagai jenis kue. Apabila sudah disepakati, kedua calon mempelai beserta keluarga besar akan berdiskusi mengenai biaya pernikahan, durasi acara, serta tempat pernikahan. 

Masa Dipiare 

Sudah lengkap persiapan upacara nikah, lanjut ke masa dipiare. Serupa halnya dengan pingitan, masa dipiare membantu mempelai wanita untuk mempersiapkan mental serta fisik menjelang hari pernikahan. Biasanya, mempelai wanita akan dijaga oleh tukang piare  atau dukun pengantin selama 1 bulan. Namun karena zaman sekarang susah untuk menjaga 1 bulan, biasanya hanya seminggu atau beberapa hari. 

Pada masa ini, mempelai wanita akan menjaga kesehatan, melakukan diet, minum jamu, hingga perawatan tubuh. 

Siraman 

Siraman menjadi prosesi selanjutnya dari pernikahan adat Betawi. Pengantin wanita akan mengenakan kebaya tipis dan sarung untuk mempelai pria sambil dimandikan dengan air kembang oleh orang tua atau wali. Hal ini bermakna sebagai pembersihan dan supaya auranya terpancar bersih saat acara pernikahan. 

Ngerudat

Masuk ke prosesi adat nikah yang pertama adalah ngerudat. Pada prosesi ini, keluarga mempelai pria akan mendatangi rumah mempelai wanita sambil membawa delman hias. 

Selain itu, keluarga mempelai pria akan membawa beberapa seserahan seperti sirih nanas hiasan, sirih nanas lamaran, sepasang roti buaya, mas kawin, miniatur masjid, kue pengantin, hingga buah-buahan. 

Baca Juga: 6 Tips Foto Bareng Sahabat ala Profesional, Auto Banjir Like 

Palang Pintu

Prosesi selanjutnya adalah palang pintu. Dalam prosesi sini, calon mempelai pria akan diadu pantun dan silat sebagai tanda keperkasaan serta kesaktian mempelai pria. Hal ini bermaksud untuk mengetahui apakah mempelai pria dinilai mampu menjaga mempelai wanita dengan baik atau tidak. 

Akad Nikah

Selanjutnya akan dilakukan ijab kabul. Disini, mempelai pria akan mengucapkan ijab kabul di hadapan pemuka agama yang berwenang serta para saksi. Jika sudah sah, maka mempelai wanita baru akan ditampilkan. 

Malam Negor 

Malam hari sesudah dah menikah disebut malam negor. Uniknya, pada malam pertama ini kedua mempelai tidak tinggal dalam rumah yang sama dulu. Namun, tetap diperbolehkan untuk menginap.

Pulang Tiga Are 

Baru setelah tiga hari menikah, keluarga mempelai pria akan mengirimkan makanan kepada keluarga mempelai wanita sebagai tanda syukur pernikahan. Setelah itu, baru suami bisa membawa istri untuk tinggal bersama. 

Nah, itu dia prosesi pernikahan adat Betawi yang perlu Ladies tahu. Sangat menarik bukan? So, apakah kamu tertarik untuk menggunakan adat ini, Ladies?

Artikel Terkait:

6 Lagu Romantis untuk Pernikahan, Bikin Suasana Makin Intim

Wajib Catat! Ini 5 Inspirasi Kado Pernikahan untuk Sahabat

Mengenal Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Padang dan Maknanya

20 Ucapan Pernikahan untuk Pengantin dalam Bahasa Indonesia dan Inggris