Hati-Hati, Ini Arti serta Tanda Playing Victim yang Jarang Terlihat dari Luar!

0
104

Penulis: Jessica | Editor: Agnes

Ladies, kita tentu sudah cukup familier dengan istilah playing victim di kehidupan bersosial dengan orang lain. Orang-orang yang kerap memiliki “drama” di hidupnya sering dilabeli istilah ini. Sebenarnya arti dari playing victim itu sendiri seperti apa sih?

Agar tidak salah kaprah, yuk kita sama-sama belajar arti dari playing victim lewat ulasan berikut ini. Tujuannya agar kita bisa membekali diri bagaimana cara menghadapi orang yang playing victim.

Pengertian dari Playing Victim

Dilansir dari SehatQ, playing victim dapat didefinisikan sebagai tindakan seseorang yang gemar menempatkan diri sebagai korban dalam kesulitan apa pun. Tak hanya itu, orang dengan kondisi ini juga kerap melemparkan kesalahan ke orang lain. Sifat ini kemudian berdampak negatif bagi orang-orang di sekitarnya, baik itu di rumah maupun kantor.

Penyebab dari playing victim biasanya berasal dari trauma di masa lalu dan pernah menjadi dikhianati orang terdekat. Selain itu, orang yang mudah menggantungkan diri pada orang lain juga rentan tumbuh menjadi sosok playing victim.

Tanda-Tanda Orang dengan Playing Victim

Lalu, bagaimana ciri-ciri orang yang punya sifat ini? Berikut beberapa gejala atau sifat yang bisa kita lihat dari orang dengan playing victim.

1. Mahir Memanipulasi Orang Lain

Ketika berada dalam posisi terdesak, orang yang playing victim akan mudah mengarang cerita sehingga orang lain terlihat lebih bersalah, Ladies. Karakter manipulatif ini cukup berbahaya karena berpotensi membuat citra orang lain tampak buruk. Apalagi jika cerita tersebut dituturkan dengan amat meyakinkan.

2. Terlalu Mengasihani Diri Sendiri

Ciri khas seseorang dengan sifat playing victim adalah suka mengasihani diri sendiri. Bahkan, dia mahir membuat hidupnya terlihat paling menderita dibandingkan orang lain. Padahal, belum tentu masalah yang dialami sepadan dengan masalah orang lain. Karakter ini membuat sosoknya haus untuk diperhatikan guna menarik simpati orang sebanyak-banyaknya.

3. Kurang Memiliki Empati

Meskipun suka meminta simpati dengan memposisikan diri sebagai korban, orang yang playing victim justru miskin empati ke orang lain. Dia tidak peka akan perasaan atau kondisi orang-orang di sekitarnya. Dia menjadikan dirinya sebagai pusat dunia sehingga kurang peduli pada kesulitan atau masalah orang lain.

4. Suka Menyalahkan Situasi dan Orang Lain

Andai suatu masalah besar hadir di hidup orang berkarakter playing victim, dia akan mudah menyalahkan hal-hal di luar dirinya. Misalnya, situasi yang tak pernah memihak kepada dirinya. Dia bahkan tidak segan-segan menyalahkan orang lain yang dianggap hidupnya jadi lebih menderita.

5. Akrab dengan Berbagai Drama

Jangan heran kalau orang dengan sifat playing victim tidak pernah absen dengan “drama.” Hal kecil bisa dibesar-besarkan agar orang lain melihat kesulitannya. Hidupnya tak bisa jauh dari konflik dan itu sebabnya kebanyakan orang sebisa mungkin menjaga jarak dengan orang ini.

Cara Menghadapi Orang yang Playing Victim

Saat orang di lingkungan kita memiliki tanda-tanda seperti di atas, kita dapat menyikapinya lewat beberapa hal ini. Simak baik-baik ya!

1. Buat Batas Tegas

Kita dapat memilih tidak menanggapi apa pun atas provokasi orang bersifat playing victim. Ini menjadi cara paling aman agar tidak ikut terseret “drama” yang dia buat. Berani membuat batas tegas dengan orang yang playing victim memang kesannya agak jahat. Namun percayalah, hal ini sesekali perlu kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita juga.

2. Hadapi dengan Obrolan Sehat

Lain halnya jika kita merasa cukup mampu menghadapi orang tersebut dengan kepala dingin. Kita masih bisa memberikan respon atau obrolan atau masalahnya, asalkan dalam batas wajar. Jangan sampai ikut terbawa energi negatif darinya. Tanggapi dengan pembicaraan lebih sehat atau kalau perlu alihkan ke hal lain dengan cara halus.

3. Bantu Mencari Akar Masalahnya

Andai dua langkah sebelumnya sudah mampu kita lewati, mungkin ada baiknya kita mencoba langkah ini. Bantulah si playing victim menemukan akar masalahnya agar dia tak melulu menyalahkan kondisi di luar dirinya. Tindakan ini tentu butuh waktu dan proses agak lama. Kita juga mesti sabar dalam mendampinginya mengenal dirinya sendiri.

Semoga dengan penjelasan di atas, Ladies bisa mengenal lebih dalam tentang seluk-beluk playing victim. Jika ada orang terdekat kita yang suka playing victim, jangan lupa berikan respon tepat untuk tiap tindakannya ya!

Baca Juga:

Bikin Haru, Ini Kumpulan Kata Cinta untuk Orang Tua

Unik! Ternyata Begini Sifat Orang Golongan Darah B

Ketahui Kepribadian Berdasarkan Zodiak Kelahiran