5 Keutamaan Meninggal di Hari Jumat dalam Pandangan Islam dan Ulama

0
19

Penulis: Raizza | Editor: Agnes

Kematian bukan sesuatu yang bisa kita prediksi, Ladies. Kematian adalah sebuah misteri yang sudah pasti akan kita dihadapi. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih kapan, di mana, dan bagaimana akan mati. Semua itu adalah rahasia Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Namun, situasi dan kondisi saat kita mati, dipercaya menjadi bentuk cerminan perliaku semasa hidup kita, misalnya meninggal di hari Jumat. Banyak umat Islam yang memercayai kalau meninggal di hari Jumat adalah hal yang baik. 

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasi mengenai keutamaan meninggal di hari Jumat dalam Islam. So, langsung saja simak informasi selengkapnya di bawha ini, Ladies.

1. Hari Jumat menjadi Hari Terbaik Bagi Muslim

keutamaan-meninggal-di-hari-jumat-dalam-islam

Ladies pasti sudah sering mendengar hari Jumat adalah hari terbaik bagi umat Islam. Hari Jumat memiliki keutamaan dan keistimewaan yang disebutkan dalam Al Qur’an.

Bahkan di negara-negara di Timur Tengah dan negara tetangga Malaysia menjadikan hari Jumat sebagai hari libur. Hal itu dilakukan agar masyarakat yang mayoritas beragama Islam dapat menjalankan ibadah dan manfaat yang luar biasa dari hari Jumat.

2. Terjaga dari Adanya Fitnah Kubur

keutamaan-meninggal-di-hari-jumat-dalam-islam

Meninggal di hari Jumat juga diyakini membuat umat Muslim terhindar dari fitnah kubur. Hal ini dijelaskan Syekh Abdur Rauf al-Manawi dan dalam hadist riwayat Imam al-Tirmidzi yang berbunuyi:

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر

Artinya: “Tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur,” (HR. al-Tirmidzi).

3. Mendapat Pahala Mati Syahid

keutamaan-meninggal-di-hari-jumat-dalam-islam

Orang yang meninggal di hari Jumat diyakini mendapat pahala setara dengan mati syahid. Hal ini dijelaskan dalam sebuah riwayat Humaid dari Iyas bin Bukhair yang menyatakan:

“Barangsiapa mati di hari Jum’at, ia dicatat mendapat pahala syahid dan aman dari siksa kubur.”

Namun, menurut Syekh Muhammad Anwar Syah al-Kasymiri, hadist mengenai keutamaan meninggal di hari Jum’at ini tidak shahih. Beliau menjelaskan bahwa:

“Tidak mencapai derajat shahih, hadits mengenai keutamaan mati di hari Jum’at, bila diandaikan keshahihannya, maka keutamaan tidak ditanya malaikat diarahkan kepada orang mati di hari Jum’at, bukan orang yang meninggal di hari sebelumnya dan diakhirkan pemakamannya sampai hari Jum’at,” (Muhammad Anwar Syah Ibnu Mu’azzham Syah al-Kasymiri, al-‘Arf al-Syadzi, juz 2, hal. 452).

4. Orang yang Meninggal Di Hari Jumat akan Masuk Surga

keutamaan-meninggal-di-hari-jumat-dalam-islam

Keutamaan lain meninggal di hari Jumat adalah masuk surga. Hal ini tertera dalam Mufti of Federal Territory Office Malaysia yang menjelaskan keutamaan ini. Pernyataan tersebut juga didukung oleh hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah RA sebagai berikut:

“Hari terbaik di mana matahari telah terbit adalah hari Jumat; di atasnya Adam diciptakan. di atasnya dia dimasukkan ke surga, di atasnya dia dikeluarkan darinya. Dan jam terakhir akan terjadi pada hari lain selain hari Jumat,” (HR. Abu Hurairah).

5. Mendapat Pandangan yang Baik dari Masyarakat

keutamaan-meninggal-di-hari-jumat-dalam-islam

Hari Jumat menjadi yang berkaitan dengan kehidupan setelah mati dan akhirat. Oleh karena itu, meninggal di hari Jumat juga menjadi sesuatu yang istimewa bagi masyarakat. Alasan inilah yang membuat banyak orang beranggapan bahwa seseorang yang meninggal di hari Jumat memiliki amal dan perilaku baik semasa hidupnya.

Demikian penjealasan mengenai lima keutamaan meninggal di hari Jumat dalam pandangan Islam. Ladies, meninggalnya seseorang di hari Jumat atau malam Jumat menjadi rahasia Tuhan. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan buruk dan mendapatkan kebaikkan dari Allah SWT.

Baca Juga:

Doa Pelunas Hutang Sesuai Ajaran Islam, Amalkan Setiap Hari

12 Urutan Nama Bulan Islam dalam Kalender Hijriah, Catat!

Ketahui Perbedaan Musyrik dan Syirik dalam Ajaran Agama Islam