5 Ciri Khas dan Filosofi Pakaian Adat Betawi, Unik dan Penuh Warna

0
83

Penulis: Aisyah | Editor: Agnes

Indonesia terkenal dengan negara yang berbentuk kepulauan dan memiliki beragam etnis serta budaya. Mulai dari bahasa, budaya, ras, suku bangsa, hingga kepercayaan. Bhineka Tunggal Ika menjadi semboyan yang menyatukan segala perbedaan yang ada. 

Salah satu keunikan setiap daerah di negara ini adalah pakaian adat. Daerah DKI Jakarta menjadi salah satu pusat budaya dari suku Betawi. Suku ini identik dengan campuran budaya dari China, Arab, India sehingga memberikan khas tersendiri. Berikut 5 pakaian adat yang unik dan penuh filosofi dari suku Betawi.

1. Kebaya Encim

Wanita dari suku Betawi sering kali mengenakan kebaya Encim yang tampak elegan dan mempesona. Kebaya ini salah satu pakaian adat yang paling banyak digemari. Sejarah dari pakaian ini awalnya kombinasi dari brokat buatan Eropa yang tertutup dengan bordiran. 

Secara tak langsung, pakaian ini tampak seperti dibordir. Kebaya ini merupakan akulturasi dari budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa, loh. Sehingga terdapat motif yang berbentuk burung phoenix khas tionghoa. Pakaian ini dulunya sering dipakai masyarakat pribumi hingga menjadi baju adat khas Betawi.

2. Baju Sadariah

Untuk pria, biasanya mereka menggunakan baju khas Betawi yang bernama Sadariah. Model pakaian ini seperti baju koko yang memiliki khas berbeda yakni tanpa motif atau polosan saja berwarna putih. Baju ini dipakai oleh laki-laki yang terkenal dengan sebutan “abang”, artinya diperuntukkan bagi orang-orang dewasa.

3. Kebaya None

Dalam kontes Abang None Jakarta, pakaian ini biasa digunakan oleh para peserta. Pakaian none tampak serasi dengan nuansa baju demang yang dikenakan para peserta pria atau si abang dalam kontes tersebut.

Pakaian ini juga dilengkapi dengan selendang yang dipakai sebagai kerudung dan disampirkan ke pundak kiri. Makna dari selendang ini adalah untuk menghilangkan watak sombong dan menambah citra baik dari seorang perempuan Betawi yang berjiwa mulia.

4. Pakaian Bangsawan Ujung Serong

Dalam acara formal, pakaian ini cocok digunakan untuk para pria. Dengan jas berwarna hitam, baju ini membuat siapa yang mengenakannya tampak rapi dan lebih formal. Dulunya, pakaian ini hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan saja. Namun, saat ini banyak Pegawai Negeri Sipil di DKI Jakarta yang mengenakan pakaian ini dalam acara tertentu.

5. Baju Kurung

Baju Kurung biasanya digunakan sebagai pakaian sehari-hari oleh wanita Betawi. Model pakaian ini memiliki lengan pendek dan warna yang cenderung mencolok. Biasanya para desainer menambahkan beragam warna dan saku di bagian depan baju untuk memudahkan menyimpan sesuatu sehingga semakin bervariasi dan nyaman digunakan setiap wanita.

Nah, itulah pakaian adat Betawi yang memiliki fungsi dan pesona yang unik. Setiap elemen penyusun pakaian adat tradisional tersebut tentunya memiliki nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan.

Baca Juga:

5 Ciri Khas dan Filosofi Pakaian Adat Betawi, Unik dan Penuh Warna

5 Keunikan Pakaian Adat Sumatera Utara, Menyimpan Banyak Makna Filosofis

Mengenal Prosesi Midodareni: Sejarah, Susunan Acara, dan Maknanya